Rabu, 03 April 2013 - 0 komentar

PLANNING DALAM MEMBUKA PRAKTEK BIDAN SWASTA

 Syarat Mendirikan Bidan Praktek Swasta

1. Menjadi anggota IBI

2. Permohonan Surat Ijin Praktek Bidan selaku Swasta Perorangan 

3. Surat Keterangan Kepala Puskesmas Wilayah Setempat Praktek

4. Surat Pernyataan tidak sedang dalam sanksi profesi/ hukum.

5. Surat Keterangan Ketua Ranting IBI Wilayah

6. Persiapan peralatan medis dan medis usaha praktek bidan secara perorangan dengan pelayanan   pemeriksaan pertolongan persalinan dan perawatan.

7. Surat Perjanjian sanggup mematuhi perjanjian sebagai berikut
TIPS MEMBUKA PRAKTEK PRIBADI
1. KOMITMEN

Hal pertama sebelum membuat klinik dan praktek pribadi adalah komitmen…yaa komitmen adalah hal yang sangat penting dalam membuka usaha, karena sukses tidaknya suatu usaha itu adalah tergantung dari komitmen kita sebagai yang punya usaha, apakah kita ingin usaha kita itu maju atau begitu-begitu aja. dan satu hal lagi adalah semangat pantang menyerah, soalnya dalam membuka usaha gak akan selamanya untung terus pasti akan ada yang namanya jatuh atau rugi, nah disaat-saat itulah mental dan semangat TS diperlukan, tapi percayalah Allah SWT akan merubah nasib umatnya yg mau berusaha dan bekerja keras.

2.TEMPAT

Ingin buka tempat praktek maupun klinik sebisa mungkin harus diperhatikan kondisi tempat membuka usaha, karena seperti kata pepatah “posisi menentukan prestasi”.

3. IZIN

Tentu saja dalam membuat usaha kita perlu izin, soalnya klo ngga bisa kena denda , minimal SIP lah untuk yang praktek pribadi, untuk klinik izinnya malah lebih banyak lagi seperti:
  • Izin dari puskesmas setempat (untuk pengolahan limbahnya juga)
  • Izin dari tetangga kanan, kiri, depan, belakang
  • IBI setempat

 4.  PERSIAPAN ALAT-ALAT 

Alat-alat disini bisa bermacam-macam, dari mulai alat-alat penunjang di tempat praktek  seperti tempat tidur, meja, kursi, dispenser, TV, AC, lemari, kipas angin, tempat sampah, ember dll.

Untuk biaya pembuatan plang nama sendiri berkisar antara Rp. 600.000-1.000.000 (sudah termasuk biaya tiang penyangganya juga) .

Alat-alat yang lain adalah :

I. Perlengkapan Ruang Pemeriksaan

1. Tensimeter 

2. Stetoskop Biasa

3. Stetoskop Bidan / Funandoskop

4. Timbangan Dewasa

5. Timbangan Bayi

6. Bak sarung tangan steril

7. Sarung tangan steril

8. Bak kapas lisol (desinfektan sejenis) steril

9.  Kapas, kasa, kapas lidi (secukupnya)

10. Waskom

11. Piala Ginjal (Nierbeken)

12. Termometer Badan

13. Spekulum Vagina

14. Reagensia Antiseptik (secukupnya)

15. Perlengkapan Kedaruratan : 

      a. Alat Pertolongan Pertama pada kecelakaan 

      b. Spuit disposible 5 cc/ 2,5 cc

      c. Obat suntik kedaruratan (ditentukan puskesmas)

16. Buku Catatan Kasus (BK. Register Persalinan)

      Kartu Pasien (Secukupnya)

      Buku Laporan Berkala

II. Perlengkapan Ruang Persalinan 

A. Set Persalinan  yang siap pakai (steril)

1. Kain Steril (50 x 50 cm)

2. Sarung tangan steril

3. Penjepit tali pusat 

4. Gunting episotomi & tali pusat 

5. Tali pengikat tali pusat 

6. Penghisap Lendir Bayi

7. Termometer Badan

8. Kateter (Nelaton)

9. Kasa, kapas, kapas lidi (secukupnya)

10. Reagensia antiseptik mata, tali pusat

B. Set Jahit Episiotomi (Perincum) yang siap pakai

1. Kain Steril (50 x 50 cm)

2. Sarung tangan steril 

3. Pemegang jarum bedah (Nalpuder)

4 Jarum Otot

5. Jarum kulit

6. Penjepit (pinset bedah)

7. Gunting (plester, benang,episiotomi) 

8. Kartu M.K.B

9. Kartu Partograf

10. Kartu Persetujuan (Informed Consent)

11. Benang otot (cutgut)

 C. Set Suntikan 

D. Sarana Perlengkapan Lainnya



5. OBAT-OBATAN



Nah persiapan berikutnya adalah obat-obatan. Tidak perlu bekerjasama dengan retailer ataupun perusahaan obat dulu, cukup beli saja obat-obat generik ber merk yang dijual bebas di pasar, harga nya pun cukup murah, dan mutunya pun tidak kalah dengan obat-obat paten yang di jual di apotik-apotik.



6. MAINTENANCE

Mempersiapkan biaya untuk penyelenggaraan klinik atau praktek , seperti biaya listrik, air, asisten dan pajak tentunya (jika tempat milik TS sendiri). 

Dari prinsip-prinsip entrepreneurship yang diungkapkan oleh Dhidiek D. Machyudin, Khafidlul Ulum dan Leonardus Saiman, maka prinsip-prinsip berwirausaha dapat disempurnakan menjadi 14 prinsip, antara lain: 

1.    mulailah dan jangan takut gagal; 

2.    penuh semangat; 

3.    kreatif dan inovatif; 

4.    sabar, tekun, tabah; 

5.    optimis; 

6.    membangun relasi dan network dengan sesama wirausahawan; 

7.    bertindak dengan penuh perhitungan; 

8.    pantang menyerah; 

9.    ambisius; 

10. peka terhadap pasar; 

11. berbisnis dengan standar etika; 

12. mandiri; 

13. jujur; dan 

14. peduli terhadap lingkungan merupakan modal penting dalam mencapai kunci sukses berwirausaha.

POLA PIKIR WIRAUSAHA 

Menurut Neal Thornberry, Pola pikir wirausaha melibatkan 10 kualitas, sebagai berikut: 

1.    Memiliki Locus of Control internal 

     Menggambarkan bagaimana seseorang berpikir tentang kendali hidupnya. 

2.    Memiliki toleransi untuk ambiguitas 

    Seorang wirausaha memiliki toleransi untuk berbuat berbeda dan melanggar hal-hal yang dianggap pakem.  Sebagai contoh: pakem yang umum buat mereka yang ingin membuka restoran adalah; bukalah di tempat yang ramai. Namun demikian, saat ini sudah banyak contohnya dimana restoran yang dibuka di tempat terpencil justru diserbu pelanggannya. Begitu pula dengan pendirian sebuah BPS maupun Klinik bersalin, tidak harus di tempat yang ramai. 

3.    Kesediaan untuk mengaji orang yang lebih cerdas dari dirinya. 

Seorang Bidan yang membuka praktek mandiri maupun klinik bisa bekerja sama dengan bidan lain maupun dokter spesialis kebidanan dan anak sehingga bersinergi. 

4.    Konsistensi untuk selalu berkreativitas, membangun dan mengubah berbagai hal. 

Sebagai contoh: Dalam menjalankan praktek sebagai penolong persalinan seorang bidan bukan hanya menolong persalinan saja tetapi juga menawarkan jasa lain satu paket dengan jasa persalinan dengan tarif tertentu. Misalnya: Paket  A :`Tarif 1.000.000 dengan layanan sebagai berikut: persalinan normal 2 hari+ biaya mecuci ari-ari+biaya mengurus akte lahir bayi+ biaya pijat ibu dan bayi. 

5.    Dorongan yang kuat untuk peluang dan kesempatan 

Bidan selaku wirausahawan selalu awas terhadap peluang-peluang baru. Bidan dengan kemampuan intuisinya yang selalu ditempa mampu membaca trend jaman. 

6.    Rasa urgenitas yang tinggi. 

Para tokoh bisnis sering mengatakan pameo ini “inovasi atau mati”. Apa artinya? Artinya adalah bahwa inovasi sudah merupakan sesuatu harga mati, ini adalah sesuatu yang urgen dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. 

7.    Perseverance 

Usaha untuk menemukan ide baru kemudian berusaha mematangkan dan mewujudkannya. 

8.    Resilience (ketahanan) 

Wirausaha yang tangguh memiliki sikap seperti boneka anak-anak yang jika dipukul selalu kembali ke posisi semula. 

Inilah sikap ketahanan yang perlu dimiliki setiap kita yang sadar bahwa hidup adalah perjuangan, dan perjuangan selalu memerlukan kekuatan untuk bangkit setelah jatuh dan bangun setelah terjerambab oleh kerasnya kehidupan. 

9.    Optimis 

Secara sederhana dapat diartikan sebagai lompatan dari satu aktivitas ke aktivitas lain, tanpa kehilangan antusiasme. Optimis adalah juga bentuk keyakinan bahwa tujuan akan tercapai dan target akan terpenuhi dengan kekuatan sendiri. 

10. Rasa humor tentang diri sendiri 

Ini adalah bentuk rasa besar hati. Kemampuan mentertawakan diri sendiri adalah bentuk kapabilitas untuk mengkoreksi bahkan mengkritik diri sendiri. Ini adalah sebuah rasa legowo untuk tidak menilai diri sendiri sudah mencapai prestasi yang optimal. 

Penerapan Networking dalam bidan pribadi (praktek profesional) dapat berupa :  Promosi dan pemasaran pelayanan bidan secara  getok tular untuk menjaring klien baru. Hal ini diperoleh ketika ada seorang klien atau pasien yang merasa puas dengan pelayanan profesional bidan tersebut, dia dapat menjadi sumber informasi untuk menyebarkan informasi tersebut kepada klien lain maupun calon klien lain terutama yang mengalami ketidakpuasan untuk pindah ke pelayanan profesional oleh bidan tersebut. 2. Promosi  dan pemasaran pelayanan bidan melalui jejaring   media sosial. Bidan yang up to date (mahir dan tidak ketinggalan jaman) dengan teknologi kini dan tidak gatek dapat sharing informasi dan pengalaman dan berkomunikasi dengan  klien atau calon klien menggunakan media sosial misalnya FB, BB, What up.

Diposkan oleh HOTNEW_MIDWIFE di 22.05




http://hotnew-midwife.blogspot.com/2012/10/syarat-mendirikan-bidan-praktek-swasta.html

0 komentar:

Poskan Komentar